Efek Blog

Selasa, 24 Januari 2017

Analisis Novel Guruku Sayang Dibuang Jangan

MENGANALISIS NOVEL “GURUKU SAYANG DIBUANG JANGAN”
KARYA RAHMAT HELDY HS
DENGAN PENDEKATAN EKSPRESIF


TUGAS
Dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah “Kritik Sastra”




 














Disusun Kelompok 3
Madropik
Sri Rahayu
Eneng Halimah






PROGRAM STUDI

PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA DAN DAERAH

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MATHLA’UL ANWAR

BANTEN

2017


KATA PENGANTAR

Description: C:\Users\user\Downloads\lafadz-bismillah.png
 




Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas analisis novel Guruku Sayang Dibuang Jangan (Rahmat Heldy HS).

Tugas ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar penyusunan tugas ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan tugas kami.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki tugas analisis ini.

Akhir kata kami berharap semoga ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.


                                                                                   Cikaliung,    Januari 2017
                                                                                               
                                                                                                      Penulis



PENDAHULUAN

A.      Biografi Pengarang
Rahmat  Heldy HS  adalah pengarang buku berjudul “Guruku Sayang Dibuang Jangan” ia lulus dari SD Gegeneng , lalu ia melanjutkan ke SMPN 1 Waringin Purun Madrasah Aliyah Palas Cilegon . melanjutkan kuliah di UNTIRTA Banten dan mendapatkan gelar sarjana pendidikan dari fakultas bahasa , sastra dan seni tahun 2004.
Rahmat Heldy HS masih tercatat sebagai  Mahasiswa Pascasarjana Untirta Banten. Lahir  di Serang, 12 Juli 1981  dan tinggal di Kampung Rencong Rt. 003/008 Ds. Sukabares, Kecamatan Waringinkurung, Serang-Banten. Kode Pos 42161 Hp. 085  282  579  593 / 081 808   689   794. Email: sastra_waringin@yahoo.co.id. Karya-karya yang pernah dimuat di media massa di antaranya;  Journal Imaji Indonesia, Harian Banten (sekarang Radar Banten), Fajar Banten (sekarang Kabar Banten), Majalah Advokasi Sigma, Majalah Dinamika Ummat, Buletin Menara Banten, Tabloid Banten, Tabloid Wacana, Majalah Islam Sabili, Majalah Katarsis, Majalah Kaibon, Majalah Horison, Koran Banten Raya Pos, Majalah Annida, Tabloid Cikal, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Banten. Koran Seputar Indonesia, dan Jurnal Ra’kata, Tulisan di dunia maya pernah juga dimuat di rumahdunia.com dan situseni.com.  Buku yang pernah diterbitkan di antaranya; Buku Kumpulan Puisi Kampung Ular (Lumbung Banten, 2009), menjadi finalis Anugrah Puisi Cecep Syamsul Hari. , Puisi-puisinya terhimpun dalam antologi puisi Candu Rindu (Kubah Budaya, 2009), Buku antologi puisi Berjalan ke Utara (Magma Insani Press, 2010) untuk mengenang Alm. Moh. Wan Anwar, Buku antologi puisi Festival Trowulon Bulan Purnama Majapahit, 2010.  Cerpennya terdapat dalam antologi Gadis Kota Jerash (Lingkar Pena Publishing House, 2009) bersama Habiburahman El Shirazy dkk, tulisan artikel terangkum dalam buku Banten Bangkit (Gong Publishing, 2010), buku novel perdananya Guruku Sayang Dibuang Jangan (Gong Publishing, 2010). tulisan esainya juga dimuat dalam buku Indonesia Memahami Kahlil Gibran (BPPI, 2011), puisinya tentang merapi dimuat pada buku antologi puisi Negeri Cincin Api (PP Lesbumi, 2011). Sedangkan novelnya yang berjudul Badai Luka Membawa Surga, penerbit Tiga Serangkai  karya Gol A Gong dan Rahmat Heldy HS sedang proses terbit. Cerpennya juga termuat dalam buku Bunga Rampai Tara No Ate Temu Sastrawan Indonesia ke IV. (Penerbit Ummu Pres, 2011),  begitu juga dengan antologi puisi 100 Puisi untuk Ibu penerbit Satrio Welang Publisher tahun 2011.  Saat ini menjabat PJ. Sastra Rumah Dunia dan anggota Kubah Budaya. Mendapat penghargaan Bupati  Serang sebagai pemuda berprestasi bidang sastra tahun 2011.

B.       Latar Belakang Pengarang Novel
Dalam Novel ini menceritakan seorang laki laki yang merelakan cintanya , karna ingin orang tuanya bahagia seperti inilah buku “Guruku Sayang Dibuang Jangan” .
seorang laki laki yang ingin dekat dengan wanita pujaannya , seorang gadis yang baik , dan berkerudung yang membuat seorang laki laki terpesona kepadanya, sepeti pada judul no 5 “Pamflet Cinta Untuk Padma”
Karya yang ia ciptakan berupa Puisi , Cerpan , Artikel , Resensi Buku , Dan Budaya yang ikut menghiasi berbagai media masa lokal dan nasional.
Kisah awal dari percintaan seorang laki-laki pada seorang gadis yang tidak laki-laki itu kenal. Setelah berapa kali bertemu didalam mobil bus yang tiap harinya mereka naiki, akhirnya ditempat itulah mereka berkenalan.
Pada novel ini juga menceritakan tentang seorang mahasiswa bernama Rafie, yang memiliki perjuangan yang sangat gagah untuk bisa kuliah.
Rafie adalah seorarng mahasiswa “pendidikan bahasa dan sastra Indonesia” di Univrsitas Sultan Ageng Titayasa. Ia berasal dari kampung yang sangat terisolir yang berada di balik gunung pinang (keramat watu). Ia berasal dari keluaraga petani dan keluarga tidak mampu, namun ia sangat memiliki motivasi yang cukup tinggi untuk kuliah, dan ia ingin mematahkan pernyataan yang selama ini menjamur di masyarakatnya, yaitu beranggapan bahwa “anak petani pasti jadi petani juga”.
Berani bermimpi di atas segala kekuarangannya, itulah yang dialami Rafie. Dengan memiliki semangat yang kaut ia terjang keterbatasan itu. Ia sungguh orang yang mulia karena ingin memajukan kampung halamannya dalam dunia pendikan. Hal ini bertolak belakang dengan  kebanyakan mahasiswa sekarang, yang hanya ingin bersenang-senang, dan hura-hura saja. Tidak bersyukur atas segala nikmat yang di berikan-nya.
Banyak anak-anak bangsa yang tidak bisa mengenyam pendidikan formal, karena keadaan yang memaksa. Padahal setiap warga Negara memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan. Menurut saya pun hal inilah yang telah membuat Indonesia selalu ada di garis kemiskinan. Oleh karena itu mari kita bangun Indonesia khususnya Banten agar memiliki masyrakat yang lebih baik, dengan menyadaran masyrakat bahwa pendidikan sangatlah penting.
Rafie hidup di linggkungan kampung yang masih indah yang dihiasi sawah dan sungai, yang sudah mulai tercemar limbah induastri, serta masyarakat yang belum mengenal dunia pendidikan, dan masih banyak orang-orang yang percaya ke benda-benda kramat ataupun lainnya, yang bisa mengudang ke musyrikan. Namun ia tidak terbawa arus oleh kemusyrikan dan ia selalu melaksanakan kewajiban sebagai hamba-nya.
Hidup untuk menjadi manusia yang baik dan jujur itu sangat sulit, karena banyak sekali hal yang menggodanya, apalagi di zaman seperti sekarang ini. Orang bisa mengahalalkan segala cara untuk mendapatakan yang ia inginkan.”hal yang haram bisa menjadi halal”. Bahkan banyak orang yang berkata “halal haram tak jadi masalah”.
Dengan keinginan Rafie yang kuat untuk kuliah, ia pun sadar bahwa harus menjadi seorang anak yang berbakti kepada orang tua, walaupun orang tuanya  merupakan seorang petani. Rafie rela melakukan pekerjaan petani seperti mengairi sawah yang kekeringan, mencari rumput untuk makanan kerbau. Semua itu di lakukannya setiap hari, sepualng ia kuliah. Hal ini pasti sulit dilakukan oleh anak-anak zaman sekarang, apalagi seorang mahasiswa yang biasanya memiliki gengsi dan rasa malu yang tinggi.
Keterbatasan yang di hadapinya membuat ia berfikir bagaimanapun caranya ia harus bisa kuliah. Hingga pada suatu saat, orang tua Rafie terhambat dengan masalah ekonomi yang tidak bisa untuk membiayai kuliahnya lagi. Namun, dengan tekad yang kuat Rafie meyakinkan orang tuanya agar ia tetap kuliah. Ia berkata kepada orang tuanya bahwa ia akan membiyai kuliahnya sendiri.
Keyakinan Rafie kalau “di balik kesusahan pasti ada kemudahan” , oleh karena itu sebagai mahasiswa bahasa dan sastra Indonesia, ia memutuaskan untuk menjadi penyair. Serta Rafie ingat akan kata-kata Imam Al- Ghozali “jika kita terlahir bukan dari anak seorang raja, kiyai, dan pengusahamak jadilah penulis”. Hal ini membuat rafie yakin untuk menjadi seorang penulis
Mengirimkan puisi-puisinya ke Koran-koran lokal, namun hal itu tidaklah mudah. Rafie mengirikan puisinya sudah dua puluh kali, tapi ia tetap gagal dan akhirnya hampir putus asa. Pada keadaan yang hampir membuatnya putus asa, ia bertemu dengan dosennya pak wahen dan menceritakan kelelahannya, akhirnya pak wahen memberi semngat, di sela-sela Susana itu ada seorang mahasiswi yang anggun, cantik, menghampiri dosen yang bersamanya itu, dan saat itu pula ia menulis puisi tentang perempuan yang berada dengannya di ruangan itu. Ia kirimkan puisi itu dengan penuh perjuangan dan akhirnya berhasil terbit juga.
Tidak berbeda halnya mahasiswa yang lain, ia pun merasakan rasa jatuh cinta kepada seorang mahasiswi Fakultas Ekonomi, Padma namanya. Layaknya seorang yang sedang kasmaran rafie pun berusaha unuk mendekati Padma, bahkan ia sering berbuat kekonyolan-Kekonyolan bahkan lupa akan kewmiskinan yang dialaminya.
 Namun, tidak lama kemudian Padma berlari kelain hati, seingga membuat Rafie sangat sakithati. Inilah cinta terkadang membuat kita senang, kalau kata anak zaman sekarang “dunia milik kita berdua yang lain ngontrak”. Pantas ada orang yang bilang “kalau cinta sudah melekat tai kucing rasa coklat”. Namun ada kalanya cinta membuat kita seolah-olah dunia akan kiamat saja. Rafie pun tidak larut dalam masalah asmaranya dengan Padma, ia berusaha melupakan Padma walaupun tidak bisa,“byangan Padma selalu menghantuinya”.
Setelah Rafie di nobatkan menjadi sarjana timbul masalah di kampungnya, semua warga awam  terhadap  pedidikan beranggapan bahwa Rafie sudah sejahtera dalam hal finansial dan menjadi pegawai negeri sipil. Setelah itu, ia pun mengajar di yayasan lembaga pendidikan dan mendapatkan kembali cobaan yang amat berat dalam menghadapi murid-murid yang bermacam-macam karakter. Namun karena profesi rafie sebagai guru maka ia hadapi semua masalah itu dengan kesabaran.
Guru tentu mejadi cerminan para muridnya untuk berbuat, karena guru  merupakan seorang figur yang harus baik, baik ketika berada di dalam lingkungan pendidikan, maupun di luar karena ia berada dilungkungan masyarakat. Dengan demikian, seorang guru memiliki beban moral di dalam semua aspek kehidupan.
Karena Rafie masih lajang, dengan usia yang cukup matang untuk membina keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah ia pun di hadapkan pilihan yang sangat menyulitkannya untuk mengambil keputusan. Apakah menuruti keinginan ibunya atau mengikuti kata hatinya yang masih sayang denga cinta pertamanya.
Akhirnya Rafie membuktikan bahwa ia adalah seorang yang berbakti kepada orang tua, walaupun hatinya yang menglami gejolak, maka dengan berat hati ia memilih seoranng perempuann pilihan ibunya bernama Dinda. Sekarang menikah dengan di jodoh-jodohkan sangat jarang yang mau. Karena anak muda sekarang beranggapan bahwa”dijodhkan itu ada pada zaman sitti nurbaya”.  





PEMBAHASAN

A.      Analisis Novel dengan Pendekatan Ekspresif
Sedikit Saya akan menganalisis Novel yang berjudul ”Guruku Sayang Dibuang Jangan” karya Rahmat Heldy HS dengan menggunakan pendekatan Ekspresif.
1.      Tokoh dan Penokohan
a.       Rahel (Pengarang/penulis) dengan mengganti nama di dalam novel tersebut menggunakan panggilan “Akang”
b.      Raphi (Tokoh Utama) dengan mengganti sebutan nama “Aku”
c.       Padma (Tokoh Utama) seorang perempuan yang disukai oleh Raphi yang diganti dengan sebutan nama “Dia”
d.      Pak Waher (Dosen) dengan tingkahlakunya yang mengalihkan perhatian semua mahasiswa untuk memperhatikan kepadanya dengan menggunakan Batu Akiknya supaya mahasiswa dapat memperhatikannya.
e.       Pak Arwan (Dosen) dengan materi-materi gombalnya yang ia tonjolkan pada saat mengajar di kelas.

2.      Tema
Novel “Guruku Sayang Dibuang Jangan” ini bertemakan Sosial, Budaya, Moral dan Egois. Tema yang terkandung dalam Novel tersebut yaitu :
“Perjuangan Hidup dan Cinta serta Keberanian Seorang Guru”

3.      Amanat
Amanat yang terkandung dalam Novel “Guruku Sayang Dibuang Jangan” yaitu : Jangan terlalu dikuasai oleh perasaan dengan tidak mempergunakan pikiran yang sehat karena akan berakibat hilangnya kepribadian yang ada pada diri kita dan bersabarlah untuk menggapai cita-cita yang diharapkan.

4.      Latar atau Setting
a.       Latar Waktu
Waktu yang digunakan siang, sore dan malam pada tahun 2009 yang tercantum pada Novel tersebut.
b.      Latar Tempat
Tempat yang digunakan adalah di kampus, di mobil bis, di kota serang, cilegon di persawahan, di kebun, dan di halaman rumah

5.      Plot / Alur
Dilihat dari segi penyusunan peristiwa atau bagian-bagian yang membentuk, cerita dari novel “Guruku Sayang Dibuang Jangan” menggunakan plot kronologis atau progresif, yang lebih dikenal dengan Alur Maju. Jadi cerita novel “Guruku Sayang Dibuang Jangan” ini ceritanya benar-benar dimulai dari eksposisi, komplikasi, klimaks, dan berakhir dengan pemecahan masalah.

6.      Sudut Pandang
Sudut pandang yang digunakan oleh pengarang dalam novel “Guruku Sayang Dibuang Jangan” ini yaitu sudut pandang Pengarang adalah Mahatahu. Pengarang berada di luar cerita hanya menjadi seorang pengamat yang maha tahu dan bahkan mampu berdialog langsung dengan pembaca.

7.      Gaya Penulisan/Bahasa
Gaya penulisan yang digunakan masih menggunakan gaya bahasa dan sastra lama, tetapi banyak juga gaya penulisannya menggunakan bahasa campuran (bahasa modern) sehingga mengharuskan adanya pemahaman yang lebih dalam agar makna dalam novel tersebut dapat dipahami.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar