MENGANALISIS
NOVEL “GURUKU SAYANG DIBUANG JANGAN”
KARYA
RAHMAT HELDY HS
DENGAN
PENDEKATAN EKSPRESIF
TUGAS
Dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah “Kritik Sastra”
Disusun Kelompok 3
Madropik
Sri Rahayu
Eneng Halimah
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA
INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATHLA’UL ANWAR
BANTEN
2017
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih
lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya,
yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga
kami dapat menyelesaikan tugas analisis novel Guruku Sayang Dibuang Jangan
(Rahmat Heldy HS).
Tugas ini telah kami susun dengan maksimal dan
mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar penyusunan
tugas ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak
yang telah berkontribusi dalam penyusunan tugas kami.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari
sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun
tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala
saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki tugas analisis ini.
Akhir kata kami berharap semoga ini dapat
memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Cikaliung, Januari 2017
Penulis
PENDAHULUAN
A. Biografi
Pengarang
Rahmat Heldy HS adalah pengarang buku berjudul “Guruku Sayang Dibuang Jangan”
ia lulus dari SD Gegeneng ,
lalu ia melanjutkan ke SMPN 1 Waringin Purun Madrasah Aliyah Palas Cilegon .
melanjutkan kuliah di UNTIRTA Banten dan mendapatkan
gelar sarjana pendidikan dari fakultas bahasa , sastra dan seni tahun 2004.
Rahmat
Heldy HS masih
tercatat sebagai Mahasiswa Pascasarjana Untirta Banten. Lahir di
Serang, 12 Juli 1981 dan tinggal di Kampung Rencong Rt. 003/008 Ds.
Sukabares, Kecamatan Waringinkurung, Serang-Banten. Kode Pos 42161 Hp.
085 282 579 593 / 081 808 689 794.
Email: sastra_waringin@yahoo.co.id.
Karya-karya yang pernah dimuat di media massa di antaranya; Journal Imaji
Indonesia, Harian Banten (sekarang Radar Banten), Fajar Banten (sekarang Kabar
Banten), Majalah Advokasi Sigma, Majalah Dinamika Ummat, Buletin Menara Banten,
Tabloid Banten, Tabloid Wacana, Majalah Islam Sabili, Majalah Katarsis, Majalah
Kaibon, Majalah Horison, Koran Banten Raya Pos, Majalah Annida, Tabloid Cikal,
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Banten. Koran Seputar Indonesia, dan
Jurnal Ra’kata, Tulisan di dunia maya pernah juga dimuat di rumahdunia.com dan situseni.com.
Buku yang pernah diterbitkan di antaranya; Buku Kumpulan Puisi Kampung
Ular (Lumbung Banten, 2009), menjadi finalis Anugrah Puisi Cecep Syamsul Hari.
, Puisi-puisinya terhimpun dalam antologi puisi Candu Rindu (Kubah Budaya,
2009), Buku antologi puisi Berjalan ke Utara (Magma Insani Press, 2010) untuk
mengenang Alm. Moh. Wan Anwar, Buku antologi puisi Festival Trowulon Bulan
Purnama Majapahit, 2010. Cerpennya terdapat dalam antologi Gadis Kota
Jerash (Lingkar Pena Publishing House, 2009) bersama Habiburahman El Shirazy
dkk, tulisan artikel terangkum dalam buku Banten Bangkit (Gong Publishing,
2010), buku novel perdananya Guruku Sayang Dibuang Jangan (Gong Publishing,
2010). tulisan esainya juga dimuat dalam buku Indonesia Memahami Kahlil Gibran
(BPPI, 2011), puisinya tentang merapi dimuat pada buku antologi puisi Negeri
Cincin Api (PP Lesbumi, 2011). Sedangkan novelnya yang berjudul Badai Luka
Membawa Surga, penerbit Tiga Serangkai karya Gol A Gong dan Rahmat Heldy
HS sedang proses terbit. Cerpennya juga termuat dalam buku Bunga Rampai Tara No
Ate Temu Sastrawan Indonesia ke IV. (Penerbit Ummu Pres, 2011), begitu
juga dengan antologi puisi 100 Puisi untuk Ibu penerbit Satrio Welang Publisher
tahun 2011. Saat ini menjabat PJ. Sastra Rumah Dunia dan anggota Kubah
Budaya. Mendapat penghargaan Bupati Serang sebagai pemuda berprestasi
bidang sastra tahun 2011.
B. Latar
Belakang Pengarang Novel
Dalam
Novel ini menceritakan seorang laki laki yang merelakan cintanya , karna ingin orang tuanya bahagia seperti inilah buku “Guruku Sayang Dibuang Jangan” .
seorang
laki laki yang ingin dekat dengan wanita pujaannya , seorang gadis yang baik
, dan berkerudung yang membuat seorang laki laki terpesona kepadanya, sepeti pada judul no 5 “Pamflet Cinta Untuk Padma”
Karya yang
ia ciptakan berupa Puisi , Cerpan ,
Artikel , Resensi Buku , Dan Budaya yang ikut menghiasi berbagai media
masa lokal dan nasional.
Kisah awal dari percintaan seorang laki-laki pada
seorang gadis yang tidak laki-laki itu kenal. Setelah berapa kali bertemu
didalam mobil bus yang tiap harinya mereka naiki, akhirnya ditempat itulah
mereka berkenalan.
Pada novel
ini juga menceritakan tentang seorang mahasiswa bernama Rafie, yang memiliki
perjuangan yang sangat gagah untuk bisa kuliah.
Rafie
adalah seorarng mahasiswa “pendidikan bahasa dan sastra Indonesia” di
Univrsitas Sultan Ageng Titayasa. Ia berasal dari kampung yang sangat terisolir
yang berada di balik gunung pinang (keramat watu). Ia berasal dari keluaraga
petani dan keluarga tidak mampu, namun ia sangat memiliki motivasi yang cukup
tinggi untuk kuliah, dan ia ingin mematahkan pernyataan yang selama ini
menjamur di masyarakatnya, yaitu beranggapan bahwa “anak petani pasti jadi
petani juga”.
Berani
bermimpi di atas segala kekuarangannya, itulah yang dialami Rafie. Dengan
memiliki semangat yang kaut ia terjang keterbatasan itu. Ia sungguh orang yang
mulia karena ingin memajukan kampung halamannya dalam dunia pendikan. Hal ini
bertolak belakang dengan kebanyakan mahasiswa sekarang, yang hanya ingin
bersenang-senang, dan hura-hura saja. Tidak bersyukur atas segala nikmat yang
di berikan-nya.
Banyak
anak-anak bangsa yang tidak bisa mengenyam pendidikan formal, karena keadaan
yang memaksa. Padahal setiap warga Negara memiliki hak yang sama untuk
mengenyam pendidikan. Menurut saya pun hal inilah yang telah membuat Indonesia
selalu ada di garis kemiskinan. Oleh karena itu mari kita bangun Indonesia
khususnya Banten agar memiliki masyrakat yang lebih baik, dengan menyadaran
masyrakat bahwa pendidikan sangatlah penting.
Rafie
hidup di linggkungan kampung yang masih indah yang dihiasi sawah dan sungai,
yang sudah mulai tercemar limbah induastri, serta masyarakat yang belum
mengenal dunia pendidikan, dan masih banyak orang-orang yang percaya ke
benda-benda kramat ataupun lainnya, yang bisa mengudang ke musyrikan. Namun ia
tidak terbawa arus oleh kemusyrikan dan ia selalu melaksanakan kewajiban
sebagai hamba-nya.
Hidup
untuk menjadi manusia yang baik dan jujur itu sangat sulit, karena banyak
sekali hal yang menggodanya, apalagi di zaman seperti sekarang ini. Orang bisa
mengahalalkan segala cara untuk mendapatakan yang ia inginkan.”hal yang
haram bisa menjadi halal”. Bahkan banyak orang yang berkata “halal
haram tak jadi masalah”.
Dengan
keinginan Rafie yang kuat untuk kuliah, ia pun sadar bahwa harus menjadi
seorang anak yang berbakti kepada orang tua, walaupun orang tuanya
merupakan seorang petani. Rafie rela melakukan pekerjaan petani seperti
mengairi sawah yang kekeringan, mencari rumput untuk makanan kerbau. Semua itu
di lakukannya setiap hari, sepualng ia kuliah. Hal ini pasti sulit dilakukan
oleh anak-anak zaman sekarang, apalagi seorang mahasiswa yang biasanya memiliki
gengsi dan rasa malu yang tinggi.
Keterbatasan
yang di hadapinya membuat ia berfikir bagaimanapun caranya ia harus bisa
kuliah. Hingga pada suatu saat, orang tua Rafie terhambat dengan masalah
ekonomi yang tidak bisa untuk membiayai kuliahnya lagi. Namun, dengan tekad
yang kuat Rafie meyakinkan orang tuanya agar ia tetap kuliah. Ia berkata kepada
orang tuanya bahwa ia akan membiyai kuliahnya sendiri.
Keyakinan
Rafie kalau “di balik kesusahan pasti ada kemudahan” , oleh
karena itu sebagai mahasiswa bahasa dan sastra Indonesia, ia memutuaskan untuk
menjadi penyair. Serta Rafie ingat akan kata-kata Imam Al- Ghozali “jika
kita terlahir bukan dari anak seorang raja, kiyai, dan pengusahamak jadilah
penulis”. Hal ini membuat rafie yakin untuk menjadi seorang penulis
Mengirimkan
puisi-puisinya ke Koran-koran lokal, namun hal itu tidaklah mudah. Rafie
mengirikan puisinya sudah dua puluh kali, tapi ia tetap gagal dan akhirnya hampir
putus asa. Pada keadaan yang hampir membuatnya putus asa, ia bertemu dengan
dosennya pak wahen dan menceritakan kelelahannya, akhirnya pak wahen memberi
semngat, di sela-sela Susana itu ada seorang mahasiswi yang anggun, cantik,
menghampiri dosen yang bersamanya itu, dan saat itu pula ia menulis puisi
tentang perempuan yang berada dengannya di ruangan itu. Ia kirimkan puisi itu
dengan penuh perjuangan dan akhirnya berhasil terbit juga.
Tidak
berbeda halnya mahasiswa yang lain, ia pun merasakan rasa jatuh cinta kepada
seorang mahasiswi Fakultas Ekonomi, Padma namanya. Layaknya seorang yang sedang
kasmaran rafie pun berusaha unuk mendekati Padma, bahkan ia sering berbuat
kekonyolan-Kekonyolan bahkan lupa akan kewmiskinan yang dialaminya.
Namun,
tidak lama kemudian Padma berlari kelain hati, seingga membuat Rafie sangat
sakithati. Inilah cinta terkadang membuat kita senang, kalau kata anak zaman
sekarang “dunia milik kita berdua yang lain ngontrak”. Pantas ada
orang yang bilang “kalau cinta sudah melekat tai kucing rasa coklat”. Namun
ada kalanya cinta membuat kita seolah-olah dunia akan kiamat saja. Rafie pun
tidak larut dalam masalah asmaranya dengan Padma, ia berusaha melupakan Padma
walaupun tidak bisa,“byangan Padma selalu menghantuinya”.
Setelah
Rafie di nobatkan menjadi sarjana timbul masalah di kampungnya, semua warga
awam terhadap pedidikan beranggapan bahwa Rafie sudah sejahtera
dalam hal finansial dan menjadi pegawai negeri sipil. Setelah itu, ia pun
mengajar di yayasan lembaga pendidikan dan mendapatkan kembali cobaan yang amat
berat dalam menghadapi murid-murid yang bermacam-macam karakter. Namun karena
profesi rafie sebagai guru maka ia hadapi semua masalah itu dengan kesabaran.
Guru tentu
mejadi cerminan para muridnya untuk berbuat, karena guru merupakan
seorang figur yang harus baik, baik ketika berada di dalam lingkungan
pendidikan, maupun di luar karena ia berada dilungkungan masyarakat. Dengan
demikian, seorang guru memiliki beban moral di dalam semua aspek kehidupan.
Karena
Rafie masih lajang, dengan usia yang cukup matang untuk membina keluarga yang sakinah,
mawaddah, warohmah ia pun di hadapkan pilihan yang sangat
menyulitkannya untuk mengambil keputusan. Apakah menuruti keinginan ibunya atau
mengikuti kata hatinya yang masih sayang denga cinta pertamanya.
Akhirnya
Rafie membuktikan bahwa ia adalah seorang yang berbakti kepada orang tua,
walaupun hatinya yang menglami gejolak, maka dengan berat hati ia memilih
seoranng perempuann pilihan ibunya bernama Dinda. Sekarang menikah dengan di
jodoh-jodohkan sangat jarang yang mau. Karena anak muda sekarang beranggapan
bahwa”dijodhkan itu ada pada zaman sitti nurbaya”.
PEMBAHASAN
A.
Analisis
Novel dengan Pendekatan Ekspresif
Sedikit Saya akan menganalisis
Novel yang berjudul ”Guruku Sayang
Dibuang Jangan” karya Rahmat Heldy HS dengan menggunakan pendekatan
Ekspresif.
1.
Tokoh
dan Penokohan
a. Rahel
(Pengarang/penulis) dengan mengganti nama di dalam novel tersebut menggunakan
panggilan “Akang”
b. Raphi
(Tokoh Utama) dengan mengganti sebutan nama “Aku”
c.
Padma (Tokoh Utama) seorang
perempuan yang disukai oleh Raphi yang diganti dengan sebutan nama “Dia”
d. Pak
Waher (Dosen) dengan tingkahlakunya yang mengalihkan
perhatian semua mahasiswa untuk memperhatikan kepadanya dengan menggunakan Batu
Akiknya supaya mahasiswa dapat memperhatikannya.
e. Pak
Arwan (Dosen) dengan materi-materi gombalnya yang ia
tonjolkan pada saat mengajar di kelas.
2.
Tema
Novel “Guruku Sayang Dibuang Jangan”
ini bertemakan Sosial, Budaya, Moral dan
Egois. Tema yang terkandung dalam Novel tersebut yaitu :
“Perjuangan
Hidup dan Cinta serta Keberanian Seorang Guru”
3.
Amanat
Amanat yang terkandung dalam Novel “Guruku
Sayang Dibuang Jangan” yaitu : Jangan terlalu
dikuasai oleh perasaan dengan tidak mempergunakan pikiran yang sehat karena
akan berakibat hilangnya kepribadian yang ada pada diri kita dan bersabarlah
untuk menggapai cita-cita yang diharapkan.
4.
Latar
atau Setting
a. Latar
Waktu
Waktu yang digunakan siang, sore dan
malam pada tahun 2009 yang tercantum pada Novel tersebut.
b. Latar
Tempat
Tempat yang digunakan adalah di
kampus, di mobil bis, di kota serang, cilegon di persawahan, di kebun, dan di
halaman rumah
5.
Plot
/ Alur
Dilihat dari
segi penyusunan peristiwa atau bagian-bagian yang membentuk, cerita dari novel
“Guruku Sayang Dibuang Jangan” menggunakan plot kronologis atau progresif, yang
lebih dikenal dengan Alur Maju. Jadi cerita novel “Guruku Sayang Dibuang Jangan”
ini ceritanya benar-benar dimulai dari eksposisi, komplikasi, klimaks, dan
berakhir dengan pemecahan masalah.
6.
Sudut
Pandang
Sudut pandang yang
digunakan oleh pengarang dalam novel “Guruku Sayang Dibuang Jangan” ini yaitu
sudut pandang Pengarang adalah Mahatahu. Pengarang berada
di luar cerita hanya menjadi seorang pengamat yang maha tahu dan bahkan mampu
berdialog langsung dengan pembaca.
7. Gaya
Penulisan/Bahasa
Gaya penulisan
yang digunakan masih menggunakan gaya bahasa dan sastra lama, tetapi banyak
juga gaya penulisannya menggunakan bahasa campuran (bahasa modern) sehingga
mengharuskan adanya pemahaman yang lebih dalam agar makna dalam novel tersebut
dapat dipahami.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar