Dalam gelap malam diselimuti kesunyian berharap
jiwa yang telah menghilang kembali datang. Malam ini sangat sepi tak seperti
malam malam kemarin, tak seramai malam malam kita dulu, tak seindah nyanyian mu
waktu itu. Kali ini sungguh berbeda, kamu wanita hebat yang selalu menemani ku dibalik
kesabaran mu yang sungguh luar biasa. Tapi sungguh tuhan tak mengizinkan kita
untuk bersatu. Malam ini aku merasa sangat kesepian,di tambah ada pemadaman
lampu, suasana gelap di temani suara nyamuk yang cukup mengganggu. berharap ada
seseorang untuk menemani sekedar chating,memang tak ada orang seasik kamu.
Tapi, dengan rasa ingin yang teramat besar untuk menghubungimu kucoba tuk
beranikan diri hanya untuk menyapa "hai" terus menunggu sambil
menatap layar handphone berharap kamu membaca pesan singkat ku itu.setelah
beberapa lama menunggu tak kunjung juga di baca, aku hanya menunggu dan tetap
bersabar dengan keadaan ini.
Pagi hari yang cerah cukup tuk menggambarkan indah nya
senyuman mu. Setelah semua rapih aku siap untuk berangkat menuju sekolah, tak
lupa kebiasaanku dari dulu menata rambut adalah hal yang paling penting,kira
kira 15 menit terasa rambutku sepertinya sudah lumayan keren aku langsung pamit
sama orang tuaku. Di sekolah, aku adalah laki laki yang biasa biasa saja,
nothing special about me, meski kini andin sudah sombong aku tetap menjadikan
kamu orang yang paling hebat dalam menemaniku, 1 tahun bersamamu adalah hal
yang luar biasa, berbagai kenangan kita lewati. "kriiing " bunyi bel
istirahat, niat untuk makan tapi aku lebih memilih untuk ke masjid, setelah
sepatu aku buka tak sampai selangkah aku melihat dia, tanpa ragu ragu aku
memanggil nya " hey, andin ! andin andin!" tiga kali aku memanggilnya
tapi tak tahu apa yang ada didalam fikiran nya. Pura pura tak menghiraukan atau
memang tidak dengar, sampai sampai teman ku yang ada di sampingku saat itu
menggeleng gelengkan kepala karna sikap nya yang begitu sombong. Di situ aku
hanya tersenyum, menikmati indah nya kesendirian, masih ada teman teman, masih
ada sahabat, masih ada orang orang terbaik di sekitarku, kamu ? hanya satu dari
mereka, tapi, mengapa kamu yang selalu ada dalam fikiranku, setiap gerak tubuh
ini, terbuka nya mata ini, berfikirnya logika dan hati ini, bahkan dalam
mimpiku, hanya kamu yang selalu terlintas di dalam fikiranku
Tak ada yang spesial di hari ini, pulang sekolah aku langsung
menuju rumah tak seperti biasanya main ps atau sekedar mampir di rumah teman.
Hari itu dirumah serasa membosankan, aku berniat mengajak andin untuk makan
diluar, dengan pede nya aku langsung menge chat andin " assalamualaikum,
andin kamu mau ga nemenin aku makan diluar, aku Cuma kangen aja sama kamu, ga
ada niat apa apa ko" tawarku.
Tak lama kemudian dia langsung membalas
" emm tapi kan kita sekarang tidak ada hubungan apa
apa" jawab nya.
" iyaa tapi aku Cuma kangen sama kamu, apa gabisa kamu
meluangkan sebentar waktu mu untuk mantan
mu ini, please, aku kangen banget sama kamu". Rayuku pada andin.
"okee kalau begitu" jawab singkat nya.
Tak tahu andin mau atau tidak aku langsung mandi dan menjemput
nya. Setelah rapih dan wangi aku langsung menuju rumah andin, sesampai nya
disana aku melihat keluarga nya yang sedang duduk di depan rumah, sambil
membuka gerbang " Assalamualaikum" ucapku pada keluarga nya
"waalaikumussalama".jawab mereka
"eh nak aldo, sini duduk dulu, mau ada acara apa ?"
kata ibu nya
" ini bu mau ajak andin makan diluar, kangen aja sama
dia".
"oh yasudah tunggu bentar ya nak" jawab nya
Tak berapa lama kemudian andin keluar, aku langsung pamit
sama keluarga nya. " assalamualaikum, berangkat dulu ya bu". Kataku
" walaikumussalam iya nak". Jawab keluarga nya
Di jalan aku dan andin biasa saja hanya sepatah dua patah
kata yang keluar dari muut kami berdua, aku sangat berterima kasih pada Tuhan
karna telah mengobati rasa kangen ku hari ini. Sampai di sebuah tempat makan
aku langsung memesan makanan, sambil menunggu aku ajak icara andin sambil
mengungkapkan semua rasa kangen ku ini yang sudah lama ku tahan, sekali lagi
aku bertanya pada nya " Andin, memang nya kita tak bisa memulai dari awal
lagi, aku sayang kamu kangen kamu andin". Kataku
Andin terdiam sebentar entah dia sedang memikirkan apa, dan
akhir nya ia menjawab.
" aldo, aku bukan nya ga mau nerima tawaran kamu, aku
sayang sama kamu, tapi aku sekarang ingin menjadi perempuan lebih baik, ingin
mendekatkan diri pada Allah, dosa dosa ku
saat ini terlalu banyak, kalau kamu benar benar ingin memiliki aku seutuh nya,
kamu harus menjadi calon imam yang baik, kamu harus sukses, setelah itu baru
kamu datangi rumah ku dan bilang pada bapak ku,bahwa kamu ingin melamar ku
".
Disitu aku tersenyum dan pada andin, setelah makan selesai
aku pulang dan berterimakasih pada andin karna telah menemani dan melepaskan
rasa kangen ku padanya.
Setelah sampai dirumah aku terus berfikir bagaimana harus
memiliki dia seutuh nya akhir nya aku teringat pada ucapan nya, aku harus jadi
laki laki baik, aku harus sukses, aku harus memiliki nya. Karna kata kata nya
aku termotivasi. Saat ini aku terus belajar dan sekolah dengan benar, di
sekolah aku hanya diam jika ada andin, tapi bukan maksud untuk sombong pada
nya, ada maksud lain i balik itu, lama tak komunikasi dengan nya sampai 1 2
tahun berlalu, akhir nya aku lulus dari SMA. Setelah itu aku mencari perguruan
tinggi yang menurut ku cocok untuk ku, setelah kuliah aku mencari cari
pekerjaan atau membuat usaha sendiri, akhir nya terfikir oleh ku dan aku
membuka usaha ku sendiri sambil terus kuliah, dari usaha kecil kecilan aku
membangun terus usaha ku itu, sampai pada akhir nya aku memilih seorang untuk
sekedar membantu, samai pada akhir nya usaha ku itu menjadi besar dan sekarang
aku mempunyai banyak pekerja.
Tak lupa aku selalu menjalankan kewajiban ku dengan Allah,
aku selalu berdoa dan berusaha, dan semua ini tak lepas berkat doa dan dukungan
orang tua ku. Akhir nya aku lulus kuliah dan sampai pada akhirnya aku menjadi
sarjana, hal yang paling menyenangkan, kedua orang tua, kakak dan adik, dan
saudara datang hanya untuk melihat kelulusanku. Setelah lulus kuliah aku
memilih untuk lebih mengembangkan usaha ku. Kurasa semua sudah kumiliki mulai
dari rumah, kendaraan, dan aku mempunyai perusahaan sendiri, aku teringat pada
perkataan andin.
Malam hari dirumah orang tua ku, aku ingin bilang bahwa aku
ingin menikah dan melamar seseorang, tentunya orang tuaku sangat mendukung, dan
keesokan hari nya aku menuju rumah andin , masih dengan alamat dan rumah yang
sama. Sampai dirumah nya aku merasa asing karna memang keadaan disini sudah
berubah, dan memarkirkan mobil ku disamping rumah nya, kebetulan ada tanah
lapang disitu, di depan gerbang tak tahu kenapa kaki terus bergetar dan jantung
terus berdegup keras, padahal dulu sering kerumah nya tak seperti ini. "
Assalamualikum, Assalamualaikum....". "walaikumussalam...".
jawab suara lelaki dari dalam rumah, setelah keluar ternyata itu adalah ibu nya
andin.
"maaf dengan siapa ya ".katanya
"ya ampun ibu lupa dengan saya, saya aldo bu".
" oh nak aldo, sudah berubah jadi tidak kenal ibu,sama
siapa kesini nak".
"sendiri aja bu, tuh mobil saya disamping rumah".
Akhir nya aku di persilahkan masuk, sampai didalam rumah
ternyata ada bapak nya andin juga, ibunya andin kembali mengingatkan kalau aku
ini adalah aldo yang dulu sering main kerumah nya. Aku menjelas kan tujuan ku
kesini pada kedua orang tua nya, dan aku meminta restu kedua orang tua nya,
kedua orang tua andin menanyakan dulu apakah aku sudah cukup yakin, apakah
niatku itu benar benar serius, dan apakah aku sudah mempunyai pekerjaan yang
cukup untuk menghidupi sebuah keluarga. Tentu nya aku langsung menjawab nya dan
tentu sekarang aku sudah cukup mapan untuk menikahi andin, akhir nya kedua
orang tua andin merestui ku. " pak, bu kok andin nya dari tadi tidak ada
ya. " kataku. " oiya andin nya belum pulang kerja nak aldo, tunggu
saja sebentar,kata nya sudah sampai depan, sebentar lagi sampai".
15 menit kemudian terdengar suara kendaraan dari luar,
ternyata itu andin, aku sangat kaget, sekarang dia sangat cantik, putih,
bersih, tentunya lebih perempuan dibanding dulu dengan sifat nya yang agak
tomboy dan betakilan.
" Assalamualaikum " suara andin
"waalaikumussalam" jawabku
Disitu andin kaget mungkin karena ada aku, dan dia masih
ingat denganku
" andin, kamu ingat dengan kata kata mu dulu, aku sudah
menjadi laki laki baik, aku sudah menjadi imam yang baik, aku sudah menjadi
sukses, dan aku juga telah menunggu waktu yang cukup lama dan tentu nya dengan
cobaan cobaan yang menimpa ku. Andin ? mau kah kamu menjadi seorang yang akan
menemaniku menjadi makmum di setiap sholatku, yang menjadi ibu dari anak anak
ku, yang menemaniku sampai akhir hayat ku nanti?".
" apakah benar-benar kamu sudah memenuhi semua syarat
yang aku katakan padamu dulu aldo ? jawab
nya
" iya sudah ".
" baik lah aku mau ".
Disitu aku menangis dan mencium tangan kedua orang tua nya,
aku merasa sangat senang karna sebentar lagi aku akan memiliki andin seutuh
nya. Aku langsung membicarakan tanggal lamaran dan pernikahan ku dengan keluarga
andin, setelah itu aku pulang dan bicara pada kedua orang tuaku akan hal yang
telah aku lakukan tadi, beberapa hari kemudian aku melamar andin dan menikahi
nya. Akhir nya kami menjadi keluarga, aku dan andin menjadi pasangan yang sah ,
dan kita hidup bahagia.Saling mencintai hanya karena Allah
saling menyayangi hanya karna Allah
saling membahagiakan hanya karena Allah
sungguh hanya Allah yang dapat menimbulkan rasa cinta, kasih
sayang, dan kebahagiaan yang abadi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar